Hal yang perlu digaris bawahi adalah kita tidak boleh berlebihan dalam mengidolakan dan tidak boleh fanatik buta, apalagi melibatkan keyakinan.
Oleh: Wafi AM.
Siapa sih yang nggak tahu tentang K-Pop? Fenomena K-Pop atau musik pop Korea telah merajai panggung global dengan pesatnya.
* * *
Mulai dari musik, tarian, hingga
life style artis-artis Korea
telah mengakar di beberapa negara, salah satunya adalah di Indonesia.
Fans K-Pop di Indonesia
termasuk salah satu yang terbanyak di dunia. Bahkan dalam data yang dikeluarkan
Twiter, jumlah cuitan tentang K-Pop di Indonesia dari tanggal 1 juli 2020 sampai 30 juni 2021 mencapai 7,5 miliyar
cuitan.
Akan tetapi, yang perlu
kita tahu adalah bahwa mayoritas artis K-Pop ini adalah non
Muslim, meskipun
ada beberapa artis Korea Islam atau idol Kpop yang beragama Islam, tapi jumlahnya sangat sedikit.
Hukum Mengidolakan Artis Non Muslim
Pertanyaan
muncul bagi kita orang Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah orang Islam, bagaimanakah sebenarnya hukum mengidolakan artis nonmuslim atau hukum mengidolakan artis Korea dalam Islam?
Nah, dalam Islam sendiri, hubungan antara orang Islam dengan non Islam sebenarnya ada tiga jenis:
- Meridhoi dan membenarkan kekufurannya serta menjadikannya sebagai wali karena kekufurannya.
- Pergaulan yang baik dengan non Muslim secara lahiriyyah saja tidak sampai keyakinan.
- Menjadikan orang non Muslim sebagai tempat bersandar, menolong, dan membantunya karena faktor kekerabatan atau kasih sayang dengan tetap meyakini agama orang kafir tersebut adalah kebatilan.
Dari ketiga
jenis interaksi tersebut, yang diperbolehkan hanya jenis yang kedua yaitu
interaksi yang hanya mencakup dzohiriyah saja, tidak sampai pada keyakinan.
Adapun untuk jenis interaksi pertama dan
ketiga hukumnya haram dilakukan karena ridho dengan kekufuran dan melibatkan
keyakinan meskipun tidak menjadikan kafir.
Lalu, masuk kategori manakah jika kita nge-fans dengan K-Pop atau artis non Muslim lainnya?
Jawabannya, tergantung cara kita mengidolakan mereka. Jika kita mengidolakan
mereka semata-mata karena talenta atau karya yang mereka miliki, dan tidak
berlebihan, maka hal tersebut tidak diharamkan.
Namun, jika
kita berlebihan dalam mengidolakan mereka atau bahkan meridhoi kekafiran mereka, maka hukumnya haram.
* * *
Jadi, pada dasarnya mengidolakan seseorang hukumnya diperbolehkan baik itu Muslim maupun non Muslim.
Namun, yang perlu digaris bawahi adalah kita tidak boleh berlebihan dalam
mengidolakan dan tidak boleh fanatik buta, apalagi melibatkan keyakinan.
0 Komentar